Apa itu Artemia? Pertanyaan ini muncul terutama bagi kalangan yang belum mengenal dunia budidaya perairan. Artemia dikenal sebagai pakan utama dalam banyak kegiatan budidaya perairan. Banyak alasan yang menyebabkan Artemia dipilih sebagai pakan, antara lain: kandungan gizi yang tinggi, penyajiannya fleksibel (dari penyajiaan dalam bentuk fresh hingga dalam bentuk olahan lanjutan), setiap stadia dapat dipergunakan sebagi pakan (dari kista hingga tahap dewasa) dan kandungan gizinya dapat dimanipulasi (karena bersifat non-selective particle feeder).
Artemia termasuk filum Arthropoda, kelas Crustacea, ordo Anostraca, famili Artemiidae dan genus Artemia (Bougis,1979 dalam Isnansetyo dan Kurniastuty,1995). Berdasarkan reproduksi yang digunakan, Artemia dibedakan menjadi dua, yaitu biseksual (kawin) dan parthenogenesis (tidak kawin). Sampai saat ini, dari strain kawin, telah ditentukan 6 jenis Artemia yang dianggap mempunyai sifat genetik yang sama atau dikenal dengan sibling species. Spesies tersebut adalah Artemia salina, Artemia tunisiana, Artemia fransiscana, Artemia monica, Artemia persimilis, Artemia urmiana (Sorgeloos et al., 1986). Sedangkan untuk jenis yang tidak kawin, hanya dikenal satu jenis saja yaitu Artemia parthenogenetica (Mudjiman, 1989).
Daftar Pustaka:
Isnansetyo, A dan Kurniastuti. 1995. Pakan Alami untuk Pembenihan Organisme Laut. Penerbit Kanisius.